Cerita Rakyat

Tragedi “Bhata Kalambe “

Bagi masyarakat Muna khususnya Desa Walelei, Kecamatan Barangka, Kabupaten Muna, nama tersebut berhubungan erat dengan tragedi yang pernah terjadi kurang lebih 300 tahun lalu.

Menurut La Kuhe, Bhata Kalambe adalah kisah tentang seorang putrid bangsawan bernama Wa Ode Kalambe. Suatu waktu, putri itu menjalani prosesi adat kariya (pingitan). Sebelum kafosampu (upacara akhir dalam tradisi kariya), diam-diam Wa Ode Kalambe keluar meninggalkan tempat pemingitan untuk menemui sang kekasih yang sedang menunggu di sampan rumah. Padahal ritual masih menyisakan tahap kaghomeno ghaghe (mencuci kaki para pesertaadat kariya). 

Saat meninggalkan rumah, Wa Ode Kalambe membawa gulungan benang yang sering digunakan sebagai bahan pembuatan sarung. Sesampai di sebuah tempat, Wa Ode Kalambe yang asyik bercerita dengan sang pujaan hati, tak menyadari gulungan benang tersebut jatuh ketanah. Ia pun meminta tolong kekasihnya. Namun, permintaan itu tak dihiraukan. Wa Ode Kalambe lalu memutuskan untuk turun mengambil gulungan benang tersebut. Sebelum itu si putri berpesan, agar kekasihnya itu tak menyesal bila terjadi sesuatu. Tapi, lagi-lagi si pria tidak menghiraukan perkataan sang putri. 

Benar saja, beberapa saat setelah Wa Ode Kalambe sampai ke tanah, tiba-tiba air muncul dari dalam tanah. Sementara sang putrid bangsawan bersama pujaan hati nya tak sempat lagi menyelamatkan diri. Keduanya tenggelam. Ayah Wa Ode Kalambe yang mengetahui tragedy itu segera memerintahkan beberapa orang, namun kedua pasangan kekasih itu tidak bias lagi tertolong. Pasca peristiwa itu, selama tiga hari ayah Wa Ode Kalambe mencari anaknya. Hingga kemudian ia memutuskan untuk menanam batu nisan di tempat sang putrid bersama kekasihnya tenggelam.(/kamboose.COM)

 

Popular Post

Search